quiscalusmexicanus.org

quiscalusmexicanus.org – H, yang akrab disapa Mama S, telah memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan V (Papa S) dan memilih untuk bersama Romo Agustinus Iwanti, seorang imam Katolik di Keuskupan Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT). Keputusan ini diambil setelah Papa S menangkap mereka berdua dalam keadaan kompromi.

Pengumuman Resmi: Keputusan Mama S untuk hidup bersama Romo Gusti, julukan Romo Agustinus Iwanti, diumumkan setelah sebuah sesi rekonsiliasi yang diadakan oleh Keuskupan Ruteng pada tanggal 20 Juni 2024. “Benar, hasil rekonsiliasi menyatakan bahwa Mama S akan bercerai dari Papa S dan hidup bersama Romo Gusti,” ungkap Papa S pada malam hari Minggu, 23 Juni 2024.

Details Rekonsiliasi: Proses rekonsiliasi dihadiri oleh utusan Uskup Ruteng, seperti Vikep Reo dan Vikep Borong, serta perwakilan dari keluarga besar Papa S, Mama S, dan Romo Gusti—masing-masing diwakili oleh 5 hingga 6 orang.

Komentar Para Pihak:

  • Papa S: Menyatakan bahwa Romo Gusti telah menerima keputusan Mama S dan siap menjadi suami baru. Papa S sendiri telah memutuskan untuk tidak lagi hidup bersama Mama S sejak kejadian tersebut dan menganggapnya sebagai “sudah meninggal dunia”.
  • Pengambilan Barang: Barang-barang milik Mama S telah diambil dari rumah, namun ada beberapa yang ditahan oleh Papa S. Barang-barang tersebut dibawa oleh anak mereka saat Mama S pindah dari Borong ke Susteran di Ruteng Waelengkas.

Ketentuan Gereja: Romo Gusti dapat menjadi suami Mama S secara resmi jika ia mengundurkan diri sebagai Pastor atau jika dipecat oleh Uskup. Sebelumnya, Romo Gusti telah mendapat hukuman suspensi dari Uskup Ruteng Mgr. Siprianus Hormat.

Tanggapan Keuskupan: Romo Simon Nama dari Vikep Borong menolak memberikan konfirmasi terkait rekonsiliasi tersebut. Ia menyebut bahwa hanya Sekretaris Uskup Ruteng yang berhak memberikan pernyataan kepada pers.

Kronologi Perselingkuhan: Insiden yang memicu skandal ini terjadi pada dini hari Rabu, 24 April 2024, di Kampung Rende, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba, ketika Papa S memergoki Romo Gusti dan Mama S bersama dalam satu selimut.

Status Komunikasi: Upaya konfirmasi kepada Romo Gusti mengenai pernyataannya belum mendapat respons, baik melalui panggilan telepon maupun pesan WhatsApp.

Keputusan ini membuka diskusi tentang etika dan tata kelola dalam komunitas gerejawi, serta dampaknya terhadap keluarga dan komunitas lokal.